Sunday, January 10, 2021

Tugas Akhir PPKn

Nama : Uswah Zilhaya

NPM : 2008104010068

Jurusan : Biologi

Dosen Pengampu : Khairil Akbar, S.H.I., M.H.

Assalamualaikum, Wr. Wb

Melalui blog ini, saya lampirkan kumpulan tugas PPKn agar dalat Bapak pertimbangkan. Berikut link untuk tugas :

1. Catatan PPKn untuk 9 BAB : di sini

2. Tugas materi Negara dan Sistem Pemerintahan : di sini

3. Tugas materi Identitas Nasional : di sini

4. Tugas materi Kewarganegaraan : di sini


5. Tugas materi Konstitusi dan Rule of Rule :       di sini

6. Tugas materi Hukum dan Ham : di sini

Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum, Wr. Wb

IDENTITAS NASIONAL

Tugas materi Identitas Nasional literasi bangsa - 10:23 

Assalamualaikum warahmahtullahi wabarakatuh. 

Nama : Uswah Zilhaya 

NPM : 2008104010068 

MK : PPKn

SOAL

    Setelah membaca topik Identitas Nasional, tuliskan pengalamanmu berkomunikasi, berteman, mencari informasi, atau secara umum berinteraksi dengan orang yang memiliki perbedaan. 

Jawab

      Identitas meruapakan ciri khas yang dimiliki seseorang. Identitas merupakan hal penting yang dimiliki seseorang. Dengan adanya identitas kita dapat mengetahui dan membedakan mannusia datu dengan manusia lainnya. Manusia adalah makhluk sosial. Dengan kodrat itu, kita membutuhkan interaksi untuk mampu bertahan hidup. Banyak hal yang diperhatikan dalam berinteraksi, mulai dari nada suara sampai dengan pemilihan kata. Interaksi menjadi sangat penting bagi manusia. Di blog ini, saya akan bercerita pengalaman saya berinteraksi dengan seoarang dari Afganistan. Dunia yang serba maju ini memudahkan kita untuk berinteraksi dengan siapa saja, memelalui media sosial. Namanya Khan, remaja 17 tahun. Dia sekolah menegah atas di negaranya. Kami berbeda agama, berbeda bahasa, bangsa, dan kebudayaan. Sehingga banyak hal yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan dalam berkomunikasi. Yang paing menarik dari interaksi kami adalah kami tidak pernah membahasa perbedaan agama secara mendalam atau berlebiahan. Kami membahas keberagaman budaya masing-negara asal kami. Saling bertukar impian dan saling mengenalkan banyak hal. Saya menghargai negaranya, agamanya, dan kebudayaannya. Dia pun begitu menghargai agama, budaya, dan negara saya Indonesia. Senang bisa berinteraksi dengan orang yang berbeda dengan kita, sehingga kita mampu belajar cara menghargai perbedaan.

Terima kasih

HUKUM DAN HAM

Assalamualaikum, Wr. Wb. 

 Nama : Uswah Zilhaya 

 NPM : 2008104010068 

 MK   : PPKn


 SOAL 
      Setelah membaca topik Hukum dan Hak Asasi Manusia, seberapa penting HAM ini dan bagaimana hukum seharusnya berperan menurutmu? 

 Jawab

      Ham merupakan kodrat manusia yang telha diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa karena ia manusia. HAM sangat mempengaruhi sistem kedamian didunia. pada masa sebelum teori dan kebijakan HAM muncul, manusia dinggap sebagai benda, dan beiperlakukan semena-mena. pada masa sekarang, kedudukan HAM sangat tinggi, HAM sangat dihargai. Kedudukan HAM di Indonesia diatur dalam undang undang. Pelanggaran HAM yang dilakukan akan medapat sangsi hukum yang tegas. Hukum Indonesia sangt menjungjung tinggi Hak setiap warganya. bahkan dalan Undang-Undang Dasar 1945, dituliskan cita-cita Indonesia yaitu "ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial". demi cita-cita tersebut tentulah penjagaan dan penghargaan terhadap Hak manusia sangatlah penting. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Indoenesia sangat menghargai dan menjunjung tiggi hak-hak rakyatnya. 

Undang-Undang tentang HAM 

UU No 39 Tahun 1999 Undang-Undang yang Mengatur Hak Asasi Manusia di Indonesia 

Adapun hak-hak yang ada dalam Undang-Undang No 39 Tahun 1999 tersebut antara lain sebagai berikut :
  Hak untuk hidup(Pasal 4)
  Hak untuk berkeluarga(Pasal 10)
  Hak untuk mengembangkan diri(Pasal 11, 12, 13, 14, 15, 16) 
  Hak untuk memperoleh keadilan(Pasal 17, 18, 19)
  Hak atas kebebasan pribadi(Pasal 20-27)    Hak atas rasa aman(Pasal 28-35) 
  Hak atas kesejahteraan(Pasal 36-42) 
  Hak turut serta dalam pemerintahan(Pasal 43-44)  Hak wanita(Pasal 45-51) 
  Hak anak(Pasal 52-66)

Terima kasih

Tugas Akhir PPKn

Nama : Uswah Zilhaya

NPM : 2008104010068

Jurusan : Biologi

Dosen Pengampu : Khairil Akbar, S.H.I., M.H.

Assalamualaikum, Wr. Wb

Melalui blog ini, saya lampirkan kumpulan tugas PPKn agar dapat Bapak pertimbangkan. Berikut link untuk tugas :

1. Catatan PPKn untuk 9 BAB : di sini

2. Tugas materi Negara dan Sistem Pemerintahan : di sini

3. Tugas materi Identitas Nasional : di sini

4. Tugas materi Kewarganegaraan : di sini

5. Tugas materi Konstitusi dan Rule of Rule :       di sini

6. Tugas materi Hukum dan Ham : di sini

Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum, Wr. Wb

Tuesday, October 20, 2020

Contoh Karya Ilmiah Remaja

Karya ilmiaih ini dibuat menggunakan standar penulisan yang telah disepakati dan disetujui oleh guru pembimbing. Berjudulkan “Perbandingan Penyembuhan Luka Luar Menggunakan Tanaman Lidah Buaya ( Aloe vera ) dan Tanaman Betadine ( Jatropha mulitifida L .)

Wednesday, October 7, 2020

Kugapai Impian dari Kaki Gunung Marapi

     Embun tebal kembali menyelimuti desaku, pagi yang hampir setiap hari seperti ini. Daerah lembah Gunung Marapi tempatku melangsungkan kehidupan bersama Apak dan Uni Lais, begitulah aku memaggil mereka. Aku adalah anak dari seorang petani wortel yang hanya tamatan sekolah dasar. Walau demikian, dari hasil keringatnyalah aku dapat tumbuh seperti sekarang. Pendidikan merupakan pasal yang diwajibkan oleh Apak. Katanya “Ndak baguno waang kudu yuang, ndak ka jadi urang waang, sakola lah tinggi supayo jadi mentri waang yo yuang”1. Entah berapa kali Apak mengatakan hal seperti itu kepadaku. Sampai hafal betul aku logat bicaranya.
     Faisal begitulah orang-orang menyapaku. Tidak ada istilah nama panjang dalam namaku. Fa’i sebutan kecilku, Apak dan Uni Lais memanggilku demikian. Aku bersekolah di kampung sebelah, sebab kampung kami belum memiliki sekolah yang disediakan oleh pemerintah. Aku anak SMP kelas terakhir dan Uni Lais anak SMA juga kelas terakhir. Setiap pagi, kami pergi bersama menggunakan sepeda tua milik Apak, aku pemegang pedal sepeda dan Uni Lias di belakangku. Sekolah kami cukup jauh sekitar 7 sampai 8 kilometer dari rumah, jadi tak heran kalau kami berangkat sekolah sebelum subuh. Tak banyak anak-anak sebaya aku dan Uni Lais yang bersekolah, kebanyakan dari mereka ikut bekerja di ladang bahkan banyak pula dari mereka yang sudah menikah dan memiliki anak. Aku termasuk anak yang cukup beruntung dari segi pendidikan.

    Sebenarnya sekolah bukanlah hal yang begitu menyenangkan bagiku. Sekolah yang menurutku tak patut disebut sebagai sebuah sekolah. Atap yang bolong dimana-mana, jendela yang seluruhnya tanpa kaca, bukan karna tidak ada tapi sudah pecah oleh banyak hal Pintu triplek yang tak punya engsel serta meja dan kursi yang panjang kakinya tidak lagi sama. Membayangkan hal itu membuatku lelah, lebih baik aku ikut Apak bekerja di ladang. Setidaknya aku tak perlu repot-repot untuk pergi ke sekolah di subuh hari. Tapi aku tidak punya pilihan lain, karena ini permintaan apak agar aku selalu bersekolah. Aku lebih senang menulis dan mengambar, hampir setiap waktu aku berupaya untuk menyisakan waktu pergi ke daerah kaki gunung marapi sekadar melepaskan lelah dan bosan. Disanalah aku menulis setiap kejadian dalam hidupku dan menulis apa yang ingin aku ungkapkan. Menulis seakan membuat bebanku berkurang, setidaknya ada tempat untuk meluapkan emosi dan kekesalan. Biasanya aku menyelipkan gambar di setiap tulisanku, awalnya agar tulisan itu terlihat lebih bagus, tapi lama kelamaan menjadikannya seperti sebuah hobi. Menggambar membuatku semakin mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan.

     Kebanyakan dari hasil tulisanku, aku berikan kepada Pak Wo Yan. Ia adalah juragan sayur di desa kami, ia yang membawa sayur hasil panen desa kami menuju pasar kota. Darinyalah aku memiliki semangat untuk menulis, katanya “Kalau iyo waang ndak ka serius sakola rancak waang jadi tukang tulis sajo, bisa kayo waang deknyo tu yuang, kawan Pak Wo Yan ado nan sarupo itu, kini yolah jadi urangnyo yuang, buek sajolah dek waang carito, kok carito apo nan katuju”2. Kata-kata Pak Wo Yan ini selalu terngiang dalam pikiranku. Aku selalu bersemangat setelah Pak Wo Yan mengatakan hal seperti itu. Ia akan memberikan ceritaku pada temannya itu, siapa tahu ceritaku bisa diterbitkan di koran daerah.

     Hari ini Rabu pagi, semua orang sibuk dengan sayuran dan hasil panen masing- masing. Hari ini aku sengaja telat datang ke sekolah, sebab untuk untuk hari Rabu aku harus membantu apak untuk mengangkat hasil panen menuju pasar desa dan menaikkannya ke atas truk milik Pak Wo Yan. Apak sedang melakukan semacam tawar menawar dengan Buk Mian dialah yang akan menjualkan hasil panen kami di pasar kota nanti. Inilah waktu yang tepat bagiku untuk menemui Pak Wo Yan sekaligus menyerahkan hasil tulisanku kepadanya. “Pak Wo Yan...”, sapaku sedikit berteriak. “Yo, eh waang yuang, ado apo?”3, jawab Pak Wo Yan saat melihatku sedikit berlari kearahnya. “Baa tulisan Fa’i patang Pak?”4, aku langsung masuk pada inti pembicaraan. “Tulisan kapatang tu? Ooh nan itu, waang menang yuang”5, jawab Pak Wo Yan dengan wajah bangga. “Menang baa ko Pak, lai masuak koran carito nan Fa’i buek tu? Dari mano pulo Pak Wo Yan tau?”6, aku bergelagak tidak percaya. Pak Wo Yan kemudia menunjukkan dua lembar koran dan menunjukkan dua cerpen kepadaku. Aku melihatnya tidak percaya, aku menang dua sekaligus. Pak wo Yan juga menunjukkan kolom hadiah kepadaku. “Ko hadiah waang yuang, waang dapek piala, tabungan, paragaik sakola, samo piagam. Salamaik yo yuang, bangga Pak Wo Yan samo waang yuang. Bia kok masalah hadiah tu Pak Wo Yan yang ambiakkan”7, kata Pak Wo Yan kepadaku. Aku mengangguk dan mengucapkan terimakasih, kemudian kembali ke tempat apak.

     Sepulang dari pasar desa, aku membaritahukan kemenaganku kepada apak. Aku berharap respon yang baik. Ternyata, hal itu diluar ekspektasiku. Apak tidak memberikan respon yang baik. “Untuak apo manulis carito ndak jaleh sarupo itu yuang, baraja se lah waang elok-elok yo yuang”8, kata apak seakan tak menyetujuiku untuk menulis. Tapi aku penasaran alasan apak melarangku untuk menulis. Aku berupaya untuk menanyakannya pada apak tapi apak hanya diam tidak menjawab apapun. Aku tak dapat mengelak, membantah apak sama aja saja lompat ke jurang, itu hal yang paling dibenci oleh apak. Diam itulah sikap yang kupilih.

     Minggu, hari yang bagus untuk pergi ke daerah kaki Gunung Marapi, aku menulis semiua apa yang ingin kutulis. Aku bingung apa yang harus aku lakukan, aku mencoba mencari alasan tapi kurasa hal itu sia-sia. Meskipun aku mencari alasan sebanyak yang aku mampu, apak bukanlah tipe orang yang yang mudah berubah pikiran. Aku tak ingin mimpiku untuk jadi penulis terkenal terbenam begitu saja. Aku sudah memimpikan banyak hal ketika aku menjadi seorang penulis. Sudah dua jam lebih aku di kaki Gunung Marapi ini, lebih baik aku pulang, takutnya apak menanyaiku. 

     Aku terkejut ketika memasuki rumah, banyak orang yang tidak kukekal di dalam rumah. Apak tampak serius bicara dengan mereka, sepertinya mereka orang kota. Aku berusaha berjalan sepelan mungkin agar tidak mengganggu percakapan mereka. Tak kusangka bukuku jatuh dan menimbulkan bunyi yang cukup keras akibat benturannya ke lantai papan. Apak melihat itu spontan memanggilku, dengan wajah tenang aku menemui pusat percakapan mereka. Setelah bersalaman aku duduk di samping apak. Apak memperkenalkan mereka kepadaku. Ternyata, dugaanku benar. Mereka orang-orang yang berasal dari pusat kota. Salah seorang dari mereka membuka percakapan dengan memperkenalkan dirinya. Aku tak menyangka ternyata ia adalah temannya Pak Wo Yan yang sering diceritakannya kepadaku. Tak lepas senyum lebar dari bibirku, sungguh aku tak menyangka hal ini terjadi kepadaku. “Kami kasiko Pak bamaksud untuak mengajak anak Bapak, Faisal manjadi bagian dari tim redaksi kami dikoran daerah, kantua kami di Padang. Kami tau kalau Faisal baru kelas tigo SMP, tapi Pak salapeh tamaik beko bia kami yang manangguang sakolahnyo di kota. Iko niat dari pimpinan kami Pak Budi”9, salah seorang dari mereka sambil memperkenalkan Pak Budi sebagai ketua tim redaksi sekaligus temannya Pak Wo Yan.  

     Dalam hati aku ingin berteriak gembira tapi tidaklah mungkin. Di depanku ada orang yang selama ini aku harapkan untuk bertemu. Tak sengaja aku melihat wajah apak, ada senyum tipis di wajahnya. Aku tak yakin dengan jawaban yang akan diberikan oleh apak, hanya harapan supaya apak akan berubah pikiran. “Ndak mantun do Pak, bialah ambo pikia-pikia kiro saminggu ko, wak caliaklah dulu bagaimano rancaknyo”10, respon yang apak berikan setelah selang beberapa waktu. “Jadihlah, Pak. Kami harap apak basanang hati manarimo tawaran kami”11, mereka menjawab dengan baik. Setelah selesai berbincang mereka pamit dan pergi kembali kekota.

     Aku hanya diam menunggu apak memulai percakapan. “Baa nionyo yuang, ka batarimo tawaran tamu cako. Apak miliah Waang ndak usahlah jadi penulis pulo, jadilah Waang mentri yo yuang. Iko pasan tarakhir Amak waang, jan disio-sioan yo yuang. Apak ndak ba maksud malarang Waang do, tapi Apak nio Waang ikuik samo pasan Amak”12, kata apak mulai memecahkan heningnya sore. Aku baru tahu kalau menjadi menteri adalah keinginan terakhir dari amak. Tak ada pilihan lain bagiku selain menjadi menteri. “Biakan sajolah Fa’i tu Pak, penulis pilihan nan rancak. Kalau ka jadi menteri bisa sambia jadi penulisnyo Pak, izinan sajolahnyo sakola kakota. Disinan labiah rancak pendidikannyo, lagi pula sabanta lai Fa’i tamaik dari SMP. Sia nan tau jo nasib Pak”13, kata Uni Lais menyela. Apak tampak sedang berpikir keras, aku hanya berharap apak akan berubah pikiran. “Tasarah waanglah yuang, baa nan katuju samo waang apak manarimo sajo. Tapi jan pulolah balupoan pasan amak waang yo yuang”14, kata apak dengan nada yang serius. Aku merespon dengan anggukan yang mantap. Ini hari paling menyenangkan, ternyata tidak sesulit bayanganku. Apak memberiku izin jadi seoraang penulis. Ingin rasanya aku memberi tahu Pak Wo Yan sekarang juga. Besok aku pasti memberitahukannya, Rabu yang kutunggu. Di pasar desa aku memberitahukan kedatangan tim redaksi koran daerah ke rumahku tadi malam kepada Pak Wo Yan. Ia mungucapkan selamat sekaligus memberikan hadiah kemenanganku. tak lupa aku menyampaikan serangkaian pesan Pak Budi dan maksud kedatangannya.

     Beberapa bulan kemudian.... Aku sibuk dengan keberangkatanku menuju kota. Pak Budi sudah datang menjemputku dengan mobil kijangnya. Lama aku berpamitan dengan apak dan Uni Lais. Banyak hal yang apak pesankan kepadaku, terutama soal pesan amak untuk mengusahakan agar pesan itu terwujud. Jangan sampai lalai shalat dan malas sekolah. Pandai-pandai bagi waktu, hemat dalam membelanjakan uang saku dan masih banyak lagi. Apak menitipkan sebuah amplop berisi foto dan surat serta sekantong uang hasil tabungannya beberapa bulan terakhir. Katanya untuk berjaga-jaga disana, manakala aku sedang sulit. “Jago foto samo surek tu elok-elok yo yuang, itu dari amak waang”15, itu kata-kata yang apak ucapkan ketika memberi amplop itu kepadaku. Aku mengangguk dan berpamitan. Setelah merasa cukup, aku naik ke mobil dan berangkat menuju kota.

     Di sekolah baru aku mengambil kelas bahasa. Jelas bahwa aku bukanlah orang yang suka hitung-hitungan dan aku juga tak suka dengan hafalan yang terlalu banyak. Kelas bahasa jauh lebih baik terutama untuk orang yang suka menulis sepertiku. Aku aktif dalam berbagai lomba cerpen yang diadakan oleh beberapa pihak, mulai dari tingkat sekolah sampai tinggal nasional. Untungnya aku memenangkan beberapa diantaranya. Tak lupa aku juga bergabung dalam tim redaksi koran daerah, dalam bagian hiburan dan tulisan. Aku belajar banyak hal dari mereka, para anggota tim redaksi. Mulai dari penulisan yang benar sampai editan surat kabar. Walau demikian, aku takkan lupa pesan dari amak untuk menjadi seorang menteri. Aku berusaha untuk menjadi menteri luar negeri, mulai dari kelas bahasa yang aku tekuni dan mencari berbagi sumber yang berkaitan dengan itu. Penulis sebagai pekerjaan sampingan bagiku. Impian yang kuimpikan satu demi satu dapat aku wujudkan. Tak sabar rasanya menunggu hari esok, impian mana lagi yang akan terwujud.


Catatan kaki:
1. Takkan jadi orang yang berguna kamu suatu saat nanti, takkan jadi orang sukses kamu Sekolahlah kamu tinggi-tinggi supaya bisa jadi seorang menteri.

2. Kalau emang kamu tak serius sekolah, lebih baik jadi penulis saja. Kamu bisa kaya sebagai penulis. Teman Pak Wo Yan ada yang kayak itu. Sekarang dia jadi orang yang sukses. Tulis saja apa-apa yang ingin kamu tulis.

3. Ya, eh kamu. Ada apa?

4. Bagaimana tulisan Fa’i kemaren Pak?

5. Tulisan yang kemaren? Oh yang itu, kamu menang Fa’i

6. Menang gimana Pak? Emang tulisan Fa’i masuk koran? Par Wo Yan tau dari mana kalau Fa’i menang?

7. Ini hadiah kamu. Kamu dapat piala, tabungan, perlengkapan sekolah sama sertifikat. Selamat ya, Pak Wo Yan bangga sama kamu. Masalah pengambilan hadiah biar Pak Wo Yan yang ngambil.

8. Untuk apa menulis cerita yang tak jelas seperti itu. Lebih baik kamu belajar sungguh-sungguh

9. Kami kesini bermaksud untuk mengajak Faisal menjadi bagian dari tim redaksi dikoran daerah, kantor kami di Padang. Kami tau kalau faisal kelas tiga SMP,nanti setelah tamat kami akan menaggung biaya sekolah Faisal di kota. Ini niat dari pimpinan kami Pak Budi

10. Begini pak, biar saya pikir selama seminggu ini. Mari kita lihat bagaiman bagusnya

11. Baiklah Pak. Kami harap bapak senang menerima tawaran kami

12. Bagaimana kamu ingin menerima tawaran tamu tadi? Kalau bapak memilih kamu tak usah jadi menulis. Jadilah menteri seperti pesan ibu kamu. Jangan kamu sia-siakan pesan ibu kamu. Bapak ingin kamu nurut sama pesan ibu

13. Biarkan saja Fa’i itu pak. Jadi penuliskan bagus juga. Lagipula jadi menteri dan bisa sekalian jadi penulis. Sekolah di kota itu bagus loh pak. Sebentar lagikan Fa’i tamat dari SMP, siapa yang tau sama nasib kita pak

14. Terserak kamulah kalau seperti itu, bapak menerima saja. Tapi jangan sampai kamu lupa sama pesan ibumu

15. Jaga foto sama amplopnya dengan baik, itu dari ibumu



Salam manis, semoga teman-teman menyukai cerpen dengan judul “Kugapai Impian Dari Kaki Gunung Marapi”

Friday, September 18, 2020

GLOBAL WARMING

A. PENGERTIAN PEMANASAN GLOBAL

 Dikutip dari buku yang berjudul Global Warming halaman 4 pada tahun 2008. Menyebutkan bahwa Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Dalam jurnal yang ditulis oleh seorang alhi mengatakan bahwa Pemanasan global atau yang sering juga disebut global warming adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi yang disebabkan oleh beberapa faktor, kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu. Jadi dapat disimpulkan pemanasan global adalah suatu kondisi dimana suhu bumi naik melebihi batas rata- rata yang disebabkan oleh beberapa faktor, sehingga menimbulkan dampak buruk bagi kelangsungan kehidupan dibumi.
B. PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL 

Pemanasan global ini terjadi karena beberapa hal berikut:

  1. Boros Listrik

Salah satu penyumbang peningkatan suhu bumi ialah boros dalam Penggunan listrik. Yang mana penggunaannya hendaklah wajar dan sesuai kebutuhan. Semua orang menginginkan hal tersebut bisa di lakukan oleh setiap individu. Tapi, ternyata untuk hemat dalam penggunaan listrik bukanlah pekerjaan yang mudah bagi sebagian besar orang. 

  2. Halaman Rumah tanpa pepohonan

Tumbuhan hijau atau pepohonan bisa membuat udara menjadi sejuk dan menetralkan suhu udara sehingga bisa di simpulkan bahwa pohon (tumbuhan) bisa mengatasi suhu panas yang tinggi.

  3. Gas buangan dan efek Rumah Kaca

Ketika bahan bakar fosil dibakar pada alat transportasi dan sebuah pembangkit tenaga,gas CO2 dilepaskan sebagai gas sisa yang dibuang. Sebenarnya gas ini ada secara alamiah di atmosfer bumi untuk menjebak panas matahari agar bumi ini menjadi hangat. Namun, keberadaan CO2 di atmosfer menjadi berlebihan akibat pembakaran mesin dan pembangkit tenaga, sehingga panas matahari yang terjebak semakin banyak. Akibatnya, terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan di bumi. Itulah mengapa, bumi ini menjadi lebih panas. Ketika bumi lebih panas,terjadi perubahan cuaca yang mencolok. Beberapa negara akan lebih basah, dan yang lain lebih kering. (Kimia untuk X, 2009, 166) Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -320 Celcius.Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida(CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metan menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon. (Global Warming, 2008, 5). Ketika radiasi matahari mencapai atmosfer bumi, sebagian panas akan dipantulkan oleh atmosfer dalam bentuk sinar infra merah, dan sebagian lagi akan diteruskan ke permukaan bumi. Hal ini menyebabkan permukaan bumi menjadi hangat.kemudian Permukaan bumi memantulkan kembali panas tersebut dan sebagian diserap oleh “gas rumah kaca” seperti CO2, Metana, dan NO di atmosfer. Proses inilah yang mencegah terlepasnya panas matahari ke luar angkasa. (Global Warming, 2008, 6)

  4. Bahan Bakan Kenderaan

Bahan bakan dari kendaran selain mengganggu bagi kesehatan manusia, juga bisa memberikan bertambahnya pemasanasan global dari polusi udara yang di hasilkan. Kita ketahui, jumlah kendaraan terus bertambah, tidak ada pengurangan. Pengguna sepeda motor dari tahun ketahun terus meningkat penggunanya. Begitu juga dengan pengendara mobil tidak mau kalah. Sementara sepeda motor dan mobil yang lama tidak di musnahkan atau tetap di biarkan beredar.

  5. Polusi asap dari industri Pabrik

Dengan alasan membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat Indonesia, maka banyak pabrik industri yang tumbuh dan berkembang. Tidak lain dan tidak bukan untuk mensejahterakan rakyat. Supaya bisa mendapatkan penghasilan dengan bekerja.

  6. Pembakaran Hutan dan ilegal loging

Pemanasan global disebabkan oleh CO2, dimana emisi CO2 disebabkan oleh penggunaan bahan bakarfosil dan kerusakan atau pembakaran hutan. Hutan banyak fungsi, di samping bisa mencegah terjadinya banjir, hutan juga bisa mereduksi suhu panas bumi yang cendrung meningkat.

  7. Bumi yang makin tua 

 Planet bumi yang sudah mencapai usia 4,6 miliar tahun menjadi penyebab juga. Artinya sudah sangat tua. Ibarat manusia jika sudah tua, pasti banyak penyakit yang mudah menyerang. Begitu juga bumi. Penyakit yang diderita bumi hari ini adalah pemanasan global dan hujan asam serta banyak lagi yang lain. 

  8. Bocornya lapisan ozon 

 Sinar matahari yang memancar tidak langsung sampai kebumi, karena ada laipsan ozon yang melakukan filter terlebih dahulu. Hal itu jika memang lapisan ozon memang masih normal. Yang terjadi sekarang ini adalah lapisan ozon sudah menipis bahkan ada yang bilang sudah bocor. Sebuah sumber mengatakan bahwa: “Berdasarkan pemantauan menggunakan instrumen Total Ozone Mapping Spectrometer (TOMS) pada satelit Nimbus 7 dan Meteor 3, kerusakan ini telah menimbulkan sebuah lubang yang dikenal sebagai lubang ozon di kedua kutub.

  9. Minimnya ruang terbuka hijau 

 Pakar tata kota dari Universitas Trisakti, Jakarta, Nirwono Yoga, menilai sejauh ini belum ada lonjakan persentase yang berarti terhadap jumlah ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Jakarta, sebagaimana di lansir dari media online http://koran-jakarta.com. Upaya pemerintah di setiap daerah sangat minim untuk membangun ruang terbuka hijau. Hal ini bisa di lihat dengan susah sekali kita menemukannya. Walau sekarang ada beberapa kota seperti Bandung dan Surabaya yang sedang menggalakkan. 

  10. Jumlah kendaraan terus bertambah

Terjadi saat ini adalah jumlah kendaraan bermotor bertambah, namun tidak di barengi dengan infrasrtuktur jalan, sehingga bukan hanya polusi udara yang berdampak kepada pemanasan global terjadi, kemacetan pun selalu menghiasi jalan. 

  11. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan 

 Pada kurun waktu paruh terakhir abad ke-20, penggunaan pupuk kimia dunia untuk pertanian meningkat pesat. Kebanyakan pupuk kimia ini berbahan nitrogenoksida yang 300 kali lebih kuat dari karbondioksida sebagai perangkap panas, sehingga ikut memanaskan bumi. Akibat lainnya adalah pupuk kimia yang meresap masuk ke dalam tanah dapat mencemari sumber-sumber air minum kita.

Tugas Akhir PPKn

Nama : Uswah Zilhaya NPM : 2008104010068 Jurusan : Biologi Dosen Pengampu : Khairil Akbar, S.H.I., M.H. Assalamualaikum, Wr. Wb Melalui blog...