Friday, September 18, 2020

GLOBAL WARMING

A. PENGERTIAN PEMANASAN GLOBAL

 Dikutip dari buku yang berjudul Global Warming halaman 4 pada tahun 2008. Menyebutkan bahwa Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Dalam jurnal yang ditulis oleh seorang alhi mengatakan bahwa Pemanasan global atau yang sering juga disebut global warming adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi yang disebabkan oleh beberapa faktor, kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu. Jadi dapat disimpulkan pemanasan global adalah suatu kondisi dimana suhu bumi naik melebihi batas rata- rata yang disebabkan oleh beberapa faktor, sehingga menimbulkan dampak buruk bagi kelangsungan kehidupan dibumi.
B. PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL 

Pemanasan global ini terjadi karena beberapa hal berikut:

  1. Boros Listrik

Salah satu penyumbang peningkatan suhu bumi ialah boros dalam Penggunan listrik. Yang mana penggunaannya hendaklah wajar dan sesuai kebutuhan. Semua orang menginginkan hal tersebut bisa di lakukan oleh setiap individu. Tapi, ternyata untuk hemat dalam penggunaan listrik bukanlah pekerjaan yang mudah bagi sebagian besar orang. 

  2. Halaman Rumah tanpa pepohonan

Tumbuhan hijau atau pepohonan bisa membuat udara menjadi sejuk dan menetralkan suhu udara sehingga bisa di simpulkan bahwa pohon (tumbuhan) bisa mengatasi suhu panas yang tinggi.

  3. Gas buangan dan efek Rumah Kaca

Ketika bahan bakar fosil dibakar pada alat transportasi dan sebuah pembangkit tenaga,gas CO2 dilepaskan sebagai gas sisa yang dibuang. Sebenarnya gas ini ada secara alamiah di atmosfer bumi untuk menjebak panas matahari agar bumi ini menjadi hangat. Namun, keberadaan CO2 di atmosfer menjadi berlebihan akibat pembakaran mesin dan pembangkit tenaga, sehingga panas matahari yang terjebak semakin banyak. Akibatnya, terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan di bumi. Itulah mengapa, bumi ini menjadi lebih panas. Ketika bumi lebih panas,terjadi perubahan cuaca yang mencolok. Beberapa negara akan lebih basah, dan yang lain lebih kering. (Kimia untuk X, 2009, 166) Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -320 Celcius.Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida(CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metan menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon. (Global Warming, 2008, 5). Ketika radiasi matahari mencapai atmosfer bumi, sebagian panas akan dipantulkan oleh atmosfer dalam bentuk sinar infra merah, dan sebagian lagi akan diteruskan ke permukaan bumi. Hal ini menyebabkan permukaan bumi menjadi hangat.kemudian Permukaan bumi memantulkan kembali panas tersebut dan sebagian diserap oleh “gas rumah kaca” seperti CO2, Metana, dan NO di atmosfer. Proses inilah yang mencegah terlepasnya panas matahari ke luar angkasa. (Global Warming, 2008, 6)

  4. Bahan Bakan Kenderaan

Bahan bakan dari kendaran selain mengganggu bagi kesehatan manusia, juga bisa memberikan bertambahnya pemasanasan global dari polusi udara yang di hasilkan. Kita ketahui, jumlah kendaraan terus bertambah, tidak ada pengurangan. Pengguna sepeda motor dari tahun ketahun terus meningkat penggunanya. Begitu juga dengan pengendara mobil tidak mau kalah. Sementara sepeda motor dan mobil yang lama tidak di musnahkan atau tetap di biarkan beredar.

  5. Polusi asap dari industri Pabrik

Dengan alasan membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat Indonesia, maka banyak pabrik industri yang tumbuh dan berkembang. Tidak lain dan tidak bukan untuk mensejahterakan rakyat. Supaya bisa mendapatkan penghasilan dengan bekerja.

  6. Pembakaran Hutan dan ilegal loging

Pemanasan global disebabkan oleh CO2, dimana emisi CO2 disebabkan oleh penggunaan bahan bakarfosil dan kerusakan atau pembakaran hutan. Hutan banyak fungsi, di samping bisa mencegah terjadinya banjir, hutan juga bisa mereduksi suhu panas bumi yang cendrung meningkat.

  7. Bumi yang makin tua 

 Planet bumi yang sudah mencapai usia 4,6 miliar tahun menjadi penyebab juga. Artinya sudah sangat tua. Ibarat manusia jika sudah tua, pasti banyak penyakit yang mudah menyerang. Begitu juga bumi. Penyakit yang diderita bumi hari ini adalah pemanasan global dan hujan asam serta banyak lagi yang lain. 

  8. Bocornya lapisan ozon 

 Sinar matahari yang memancar tidak langsung sampai kebumi, karena ada laipsan ozon yang melakukan filter terlebih dahulu. Hal itu jika memang lapisan ozon memang masih normal. Yang terjadi sekarang ini adalah lapisan ozon sudah menipis bahkan ada yang bilang sudah bocor. Sebuah sumber mengatakan bahwa: “Berdasarkan pemantauan menggunakan instrumen Total Ozone Mapping Spectrometer (TOMS) pada satelit Nimbus 7 dan Meteor 3, kerusakan ini telah menimbulkan sebuah lubang yang dikenal sebagai lubang ozon di kedua kutub.

  9. Minimnya ruang terbuka hijau 

 Pakar tata kota dari Universitas Trisakti, Jakarta, Nirwono Yoga, menilai sejauh ini belum ada lonjakan persentase yang berarti terhadap jumlah ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Jakarta, sebagaimana di lansir dari media online http://koran-jakarta.com. Upaya pemerintah di setiap daerah sangat minim untuk membangun ruang terbuka hijau. Hal ini bisa di lihat dengan susah sekali kita menemukannya. Walau sekarang ada beberapa kota seperti Bandung dan Surabaya yang sedang menggalakkan. 

  10. Jumlah kendaraan terus bertambah

Terjadi saat ini adalah jumlah kendaraan bermotor bertambah, namun tidak di barengi dengan infrasrtuktur jalan, sehingga bukan hanya polusi udara yang berdampak kepada pemanasan global terjadi, kemacetan pun selalu menghiasi jalan. 

  11. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan 

 Pada kurun waktu paruh terakhir abad ke-20, penggunaan pupuk kimia dunia untuk pertanian meningkat pesat. Kebanyakan pupuk kimia ini berbahan nitrogenoksida yang 300 kali lebih kuat dari karbondioksida sebagai perangkap panas, sehingga ikut memanaskan bumi. Akibat lainnya adalah pupuk kimia yang meresap masuk ke dalam tanah dapat mencemari sumber-sumber air minum kita.

Wednesday, September 16, 2020

Seni pada Hakikatnya

Seni bagai aliran air bagi seniman. Tinta, cat, pensil dan kuas menjadi kawan setia. Seni penting dalan kehidupan ini, tanpa seni hidup akan terasa monoton dan kaku. Lekukan dan uraian yang diajarkan oleh seni menjadi cara tersendiri untuk menghidupkan hati dan pikiran orang yang kelud oleh kehidupan. 

Setiap orang punya seninya masing-masing. Misal A mahir menggambar, B mahir melukis, C mahir menari,dan D mahir semuanya. Seni itu bisa bidang apa saja,melukis, menggambar, menempel, oretan dan coretan, bahkan lantunan sendok dan piring yang bertempo pun itu disebut seni.

Seni juga sebuah persepsi. Bagaimana seseorang memandang sebuah seni, akan mempengaruhi seni dalam dirinya. Ketika ia menganggap seni bukanlah apa-apa, maka ia tidak akan peduli pada seni yang ada dalam dirinya. Begitu pula sebaliknya. Maka, pandangan baik terhadap seni itu penting agar seni dalam diri seseorang dapat mengalir dengan baik. Hidup akan terasa lebih indah dengan seni.

Sayangnya, kesadaran akan pentingnya seni tidak tumbuh pada banyak anak dan pelajar saat ini. Mereka menganggap bahwa tidak penting sebuah seni, apapun itu. Ya palingan yang mereke suka hanya tarian para boy and girl band korea. Walaupun mereka menari dan bernyanyi, tapi hakikat seni tidak mereka pahami.

Saya rasa penting bagi semua pihak yang merasa peduli pada seni untuk menanamkan rasa cinta pada seni. Anak-anak dan para pelajar butuh seni untuk menunjang kreatifitas mereka. Peningkatan kreatifitas ini tentu akan menunjang pemikiran aktif dan kreatif yang tidak monoton, sebab mereka mampu mengkreasikan narasi dan kondisi kearah yang lebih baik. Serta mereka akan leluasa untuk mengkreasikan diri mereka dalam pembelajaran yang terkadang membosankan akibat pengajaran yang itu-itu saja.

Tugas Akhir PPKn

Nama : Uswah Zilhaya NPM : 2008104010068 Jurusan : Biologi Dosen Pengampu : Khairil Akbar, S.H.I., M.H. Assalamualaikum, Wr. Wb Melalui blog...