Setiap orang punya seninya masing-masing. Misal A mahir menggambar, B mahir melukis, C mahir menari,dan D mahir semuanya. Seni itu bisa bidang apa saja,melukis, menggambar, menempel, oretan dan coretan, bahkan lantunan sendok dan piring yang bertempo pun itu disebut seni.
Seni juga sebuah persepsi. Bagaimana seseorang memandang sebuah seni, akan mempengaruhi seni dalam dirinya. Ketika ia menganggap seni bukanlah apa-apa, maka ia tidak akan peduli pada seni yang ada dalam dirinya. Begitu pula sebaliknya. Maka, pandangan baik terhadap seni itu penting agar seni dalam diri seseorang dapat mengalir dengan baik. Hidup akan terasa lebih indah dengan seni.
Sayangnya, kesadaran akan pentingnya seni tidak tumbuh pada banyak anak dan pelajar saat ini. Mereka menganggap bahwa tidak penting sebuah seni, apapun itu. Ya palingan yang mereke suka hanya tarian para boy and girl band korea. Walaupun mereka menari dan bernyanyi, tapi hakikat seni tidak mereka pahami.
Saya rasa penting bagi semua pihak yang merasa peduli pada seni untuk menanamkan rasa cinta pada seni. Anak-anak dan para pelajar butuh seni untuk menunjang kreatifitas mereka. Peningkatan kreatifitas ini tentu akan menunjang pemikiran aktif dan kreatif yang tidak monoton, sebab mereka mampu mengkreasikan narasi dan kondisi kearah yang lebih baik. Serta mereka akan leluasa untuk mengkreasikan diri mereka dalam pembelajaran yang terkadang membosankan akibat pengajaran yang itu-itu saja.
Wah... sangat menarik untuk dibaca, terutama bagi orang yang merasa kurang peduli pada seni
ReplyDelete